BANJARBARU POST, Jakarta – Babak baru pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin nyata setelah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025. Regulasi ini menegaskan bahwa pada tahun 2028, IKN akan resmi berstatus sebagai ibu kota politik Indonesia.
Menukil Perpres terbaru ini hadir sebagai tindak lanjut dari Perpres Nomor 109 Tahun 2024. Dengan adanya pemutakhiran RKP, pemerintah memberi arah lebih jelas mengenai posisi IKN bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai simbol persatuan bangsa.
ASN Mulai Dipindahkan ke Nusantara
Sebagai langkah awal, pemerintah merencanakan pemindahan 1.700 hingga 4.100 Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN. Tahap ini diprioritaskan bagi kementerian dan lembaga yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pemerintahan. Kehadiran ASN diharapkan menjadi pondasi awal ekosistem birokrasi di ibu kota baru.
Pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan
Pemerintah juga menargetkan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di atas lahan seluas 800–850 hektare. Tata ruang kawasan dibagi menjadi:
- 20% untuk perkantoran pemerintahan,
- 50% untuk hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan,
- 50% untuk sarana dan prasarana dasar penunjang kehidupan.
Selain itu, indeks aksesibilitas dan konektivitas IKN dipatok pada angka 0,74, yang menjadi tolok ukur keterhubungan antarwilayah di kawasan Nusantara.
Menuju Smart City
Dalam konsep pengelolaan modern, IKN juga diarahkan menjadi kota cerdas (smart city). Pemerintah menargetkan 25% cakupan layanan smart city pada tahap awal, meliputi digitalisasi layanan pemerintahan, sistem transportasi terintegrasi, serta infrastruktur ramah lingkungan berbasis teknologi.
Komitmen Jangka Panjang
Dengan terbitnya Perpres 79 Tahun 2025, pemerintah menegaskan keseriusannya membangun Nusantara sebagai ibu kota politik Indonesia yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Transformasi ini diharapkan bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga model pembangunan perkotaan masa depan bagi dunia. (red)
