Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin. (foto: : instagram/aditya_mufti_ariffin)
BANJARBARU POST,Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin mengungkapkan apresiasi atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia (RI) menolak gugatan uji materi pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2022 tentang Ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan berkedudukan di Kota Banjarbaru.
Menurutnya putusan MK tersebut sekaligus menguatkan bahwa Kota Banjarbaru adalah Ibu kota Kalsel.
“Kami bersyukur melalui putusannya MK menguatkan UU no 8 tahun 2022 yang mana menyatakan Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalsel,” ujar M Aditya Mufti Ariffin biasa pria ini disapa, dilansir dari kalseltoday.co.id pada Jumat (30/9/2022) lalu.
Lebih lanjut orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru ini menuturkan, akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak diantaranya Pemerintah Pusat, Pemprov Kalsel dan beberapa instansi guna menyiapkan pembangunan dan pelayanan yang baik sebagai Ibu Kota Kalsel.
“Kami akan berkoordinasi dengan pusat dan provinsi termasuk instansi terkait untuk menyiapkan pembangunan dan pelayanan yang baik sebagai ibukota,” tuturnya.
Seperti diketahui bahwa Majelis Hakim MK RI yang diketuai Anwar Usman memutuskan menolak gugatan pemohon dengan nomor perkara 58/PUU-XX/2022 dan 59/PUU-XX/2022 dan mengabulkan pencabutan gugatan nomor perkara 60/PUU-XX/2022 pada Kamis kemarin. (redaksi/abe)
etua MK RI Anwar Usman saat membacakan putusan nomor perkara nomor 60 /PUU-XX/2022. (foto: tangkapan layar video mk ri)
BANJARBARU POST, Jakarta – Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) menolak gugatan pengujian Undang-Undang Nomor 8 tahun 2022 tentang Provinsi Kalimantan Selatan yang dimohonkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Banjarmasin yang diwakili Muhammad Akbar Utomo Setiawan, Syarifuddin Nisfuady, Ali, Hamdani dan Khairiadi atas nomor perkara 58/PUU-XX/2022 dan 59/PUU-XX/2022.
“Menolak permohonan para Pemohon untuk seluruhnya” ujar Ketua MK RI Anwar Usman saat membacakan putusan pada sidang MK RI di Jakarta, Kamis (29/9/2022) lalu.
Adapun untuk nomor perkara 60/PUU-XX/2022 yang dimohonkan Wali Kota Banjmasin H. Ibnu Sina, S.Pi., M.Si dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin H. Harry Wijaya, S.H., M.H dicabut oleh pemohon dengan alasan yang pada pokoknya berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Nama Daerah, Pemberian Nama Ibu Kota, Perubahan Nama Daerah, Perubahan Nama Ibu Kota, dan Pemindahan Ibu Kota dalam Pasal 7 sampai dengan Pasal 11 telah diatur mekanisme pemindahan ibu kota provinsi sehingga dalam upaya mempertahankan Banjarmasin sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan adalah bukan melalui judicial review tetapi dengan executive review.
“Mengabulkan penarikan kembali permohonan para Pemohon”, ucap Anwar Usman. (redaksi/abe)
BANJARBARU POST – Jenis kopi di dunia cukup banyak begitu juga di Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi dengan kwalitas terbaik.
Bahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip melalui Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian ekspor kopi dalam negeri selama semester I/2019 mencapai 138.000 ton atau naik sebesar 19% disbanding periode yang sama di tahun lalu dengan nilai US$392,5 juta.
Nah kembali ke pokok bahasan, lalu ada berapa jenis kopi yang ada di Indonesia, perlu diketahui bahwa perbedaan jenis kopi umumnya dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya tempat dan habitat, kopi yang ditanam berbeda tempat atau ketinggiannya dari permukaan laut akan menghasilkan biji kopi yang berbeda pula, begitu pula dengan cara membudidayakannya dan penanganannya setelah panen.
Berikut banjarbarupost.co.id mencoba merangkum jenis-jenis kopi yang ada di Indonesia:
Kopi Arabika
Bagi penikmat kopi, jenis kopi ini sudah tidak asing lagi, kopi arabika merupakan kopi yang sangat popular di dunia bahkan jenis kopi ini dianggap sebagai kopi tradisonal dengan cita rasa yang paling baik.
Kopi Arabika biasa tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 meter dari permukaan laut dengan suhu antara 16-20° Celcius dan dengan curah hujan berkisar antara 1200-2000 mm pertahun.
Biji Kopi Arabika
Di Indonesia jenis kopi ini bisa kita temukan di daerah pegunungan Toraja, Sumatera Utara, Aceh dan beberapa daerah di pulau Jawa. Kopi yang memiliki bentuk oval (elips) dan mengandung kafein lebih rendah sedang dikembangkan varietas kopi Arabika diantaranya Arabika jenis Abesinia, arabika jenis Pasumah, Marago, Typica dan kopi arabika Congensis.
Kopi Robusta
Jenis kopi kedua yang popular di Indonesia dan dunia adalah Kopi Robusta, jenis kopi ini tumbuh baik pada ketinggian antara 400-700 meter dari permukaan laut dengan suhu berkisar antara 21-24° Celcius.
Biji Kopi Robusta
Kopi yang memiliki nama robust berart kuat memang cita rasa yang kuat dan cenderung lebih pahit di banding dengan kopi Arabika ini, di Indonesia sendiri kopi Robusta ada beberapa jenis, diantaranya Robusta Lampung, Robusta Dampit Malang, Robusta Flores, Robusta Jawa dan lainnya.
Kopi yang memilik ciri bulat ini memilik kandungan kafein lebih tinggi dari kopi Arabika.
Kopi Liberika
Buah Kopi Liberika memilik ukuran yang cukup besar, berentuk bulat hingga lonjong, memiliki kisaran panjang antara 18-30 mm, dimana di dalam satu buah biji terdapat 2 biji kopi dengan panjang antara 7-15 mm. Walaupun bobot buahnya besar namun bobot keringnya hanya 10 persen dari bobot basahnya.
Hal demikian tidak disukai petani karena penyusutannya yang cukup banyak dari segi ongkos panen pun menjadi relatif lebih mahal.
Biji Kopi Liberika (foresteract)
Kopi Liberika sendiri sudah ada di Indonesia sejak tahun 1878, saat itu Belanda membawa kopi tersebut untuk menggantikan tanaman kopi Arabika yang terserang oleh penyakit karat daun, namun pada tahun 1907 tanaman ini mengalami hal yang sama dengan Arabika. Meskipun daya tahan kopi liberika terhadap penyakit karat daun lebih baik dibanding arabika namun tidak setahan kopi robusta. Sehingga pemerintah Belanda mengganti Liberika dengan jenis Robusta.
Di Indonesia, kopi Liberika dapat ditemukan di daerah Jambi dan Bengkulu. Di Jambi, produsen Liberika terkonsentrasi di wilayah Tanjung Jabung.
Kopi Excelsa
Kopi Excelsa atau nama lainnya Coffea Excelsa berasal dari Afrika Barat, pertama kali kopi ini ditemukan didekat Danau Chad.
Jenis kopi ini cocok dibudidayakan pada daerah dataran rendah yang basah, tanaman kopi ini bisa tumbuh baik pada dataran mulai dari 0-750 meter dari permukaan laut. Kopi Excelsa juga tahan terhadap suhu tinggi dan kekeringan dan bisa tumbuh di lahan Gambut.
Biji Kopi Excelsa
Di Indonesia sendiri kopi jenis ini bisa ditemukan secara terbatas di daerah Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Varietas Kopi Excelsa sendiri mirip dengan Kopi Liberika namun yang membedakan terdapat pada daun yang lebih halus. Daun mudanya mengkilap dengan warna kuning kehijauan, adapun ukuran bunganya sangat besar dan berwarna putih dengan 4 sampai 6 kelopak, buahnya berbentuk bulat mirip telur tapi kecil. (redaksi)
Salah satu motif kain Sasirangan Bordir (foto: shoope)
BANJARBARU POST – Seantero negeri tahu bahwa jenis batik khas asal Kalimantan Selatan adalah Sasirangan.
Bagi penggemarnya pasti tak asing dengan berbagai motif yang tersedia, mulai bayam raja, naga balimbur, gigi haruan, ombak sinapur karang, sari gading, kambang raja, kambang tampuk, sisik tanggiling dan sebagainya. Ada pula yang dibuat dengan motif paduan tradisonal dengan motif kreasi seperti bunga dan lainnya.
Seiring perkembangan waktu, sasirangan ini pun mengikuti zaman karena peminatnya semakin luas.
Salah satunya Sasirangan Bordir yang dipatenkan sebagai seni kerajinan khas Kota Banjarbaru. Kain sasirangan ini berbeda dengan umumnya, karena pada kain dilengkapi dengan benang sulam atau bordir yang menyesuaikan dengan motif sehingga terlihat lebih indah. (redaksi)
Vokalis Band NOAH, Ariel saat tampil dipenutupan Liburland Fest. (FB gonjazz)
BANJARBARU POST, Banjarbaru – Liburland Fest sebuah festival yang dikonsep secara tematik dan fun. Tahun ini kegiatan tersebut telah digelar tanggal 5 hingga 7 Agustus 2022, pada acara puncaknya dimeriahkan dengan konser musik yang menampilkan artis nasional diantaranya Raisa, Feel Koplo, Geisha, Kunto Aji, Isyana Sarasvati, Fourtwenty dan NOAH serta dimeriahkan pula artis lokal.
Liburland Fest di Amanah Borneo Park Kota Banjarbaru ini diharapkan bisa menggerakan roda perekonomian kembali khususnya di Kota Idaman (julukan Banjarbaru) pasca pembatasan saat pandemi Covid-19.
“Liburland Festival ini adalah pergerakan bersama, untuk menciptakan ekonomi kreatif Kota Banjarbaru lebih cepat,” ujar Direktur Operasional Amanah Borneo Park Yulianjar Wati. (redaksi)
Ketua Dekranasda Banjarbaru Vivi Mar’i Zubedi (kiri) bersama Baim Wong dan Paula. (foto: mcbjb)
BANJARBARU POST, Banjarbaru – Pasangan selebriti tanah air Muhammad Ibrahim atau lebih populer dengan nama Baim Wong bersama istrinya Paula Verhoeven sambangi Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (16/8/2022) lalu.
Kedatangan mereka ke Kota Idaman merupakan andil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banjarbaru Vivi Mar’i Zubedi untuk memperkenalkan produk Usaha Mikro dan Menengah Kecil (UMKM) seperti purun dan kain sasirangan motif bordir.
“Kami undang Baim Wong dan Paula untuk mengenalkan produk UMKM terutama Kain Sasirangan Bordir,” ucap istri Wali Kota Banjarbaru itu.
Selain mengenalkan produk khas, Baim Wong dan Paula juga mengunjungi tempat wisata yang ada di Kota Banjarbaru.
“Mereka membuat konten wisata kuliner dan lainnya,” ucap Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin.
Orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru ini pun berharap dengan kedatangan pasangan yang sempat heboh terkait hak cipta Citayem Fashion Week ini bisa lebih mengenalkan hal-hal yang menarik di Kota Idaman.
Pujian pun disematkan Paula Verhoeven terhadap barang hasil produk tangan pengrajin.
“Melihat desain dan kualitasnya belum pernah melihat seperti ini,” ungkap Paula kagum.
Pun dengan sang suami mengagumi kekhasaan kain sasirangan bordir terutama cara pembuatannya.
“Pembuatannya unik. Mulai proses cara pewarnaannya unik diikat-ikat hingga jadi kain sasirangan,” kata Baim Wong. (redaksi)
Viral video, seorang oknum security bentak dan lingkari leher Ojol dengan borgol di Banjarbaru . (foto : tangkapan layar video)
BANJARBARU POST, Banjarbaru – Aksi seorang pria diduga oknum security sebuah restoran di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) tengah membentak dan melingkarkan borgol ke seorang ojek online (ojol) terekam dalam sebuah video yang berdurasi satu menit tigabelas detik viral di media sosial.
Diketahui ojol yang mendapatkan perlakuan tersebut bernama Ahmad Humaidi, warga Desa Tambak Anyar Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalsel.
Dirinya membeberkan perlakuan tak mengenakan itu terjadi pada Rabu malam (7/6). Saat itu dirinya menerima orderan melalui aplikasi driver ojolnya dari seseorang untuk mengambil sejumlah uang di sebuah restoran. Setiba di restoran, sang pengorder meminta Humaidi untuk menemui kasir namun dirinya dihampiri seorang pria.
“Saya langsung mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari oknum keamanan di restoran itu,” ujar Humaidi, Kamis (8/6/2023).
Tak terima dengan perlakukan oknum keamanan itu, dirinya pun melaporkan perbuatan yang diterimanya. Bersama rekan ojol lainnya, Humaidi mendatangi Kantor Polres Kota Banjarbaru guna melaporkan kerjadian tersebut.
Sementara itu dilansir dari Sindonews.com, Kasi Humas Polres Banjarbaru. AKP Syahruji mengatakan, bahwa oknum keamanan yang menggunakan borgol itu bukan anggota dari Polres Banjarbaru. “Itu (security) bukan anggota kita,” pungkasnya. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran atas kejadian tersebut. (redaksi/abe)